Sabtu, 07 April 2012

MAHA KARYA

   Maha Karya
     “Syahla Grafika”
Melayani Shoting Video:
1.Handycam,1 KepingRp. 250.000
2.Handycam, 2 Keping Rp.350.000
3.Shoting Besar tanpa Monitor Rp.450.000
4.Shoting Besar Pakek Monitor Rp.600.000
5.Edit Video,1 Master Rp.65.000
6.Copy CD Video Rp.6.500
7.Copy DVD Video Rp.8.500
 

                    Maha Karya
    EDITING VIDEO

MARS IGRA

BIRAMA : 4/4 MARS IGRA IKATAN GURU ROUDLOTUL ATHFAL MEMBANGUN DALAM CITA BANGSA SIAPKAN JIWA DENGAN DASAR AGAMA MENUJU RIDHO ILLAHI ROBBIII IKATAN GURU ROUDLOTUL ATHFAL MAJU BERSAMA DENGAN BANGGA HIDUPKAN NEGARA MENDIDIK MEMBINA MENUJU RIDHO ILLAHI ROBBIII KOBARKAN SEMANGAT ISLAM NAN JAYA IKHLAS BERAMAL SERTA BERDOA KUKUHKAN KEYAKINAN BERSAMA MELANGKAH MENUJU SEJAHTERA CERDASKAN ANAK INDONESIA

SAMUDRA ILMU

Al Waliyyu
Syahrudin, S. Sos. I


Bismillahhirrahmaanirrahiim,

Semoga Allah yang Maha Menatap, mengkaruniakan kepada kita nikmatnya berlindung hanya kepada Allah, amannya berlindung hanya kepada Allah, karena yang membuat kita gelisah adalah ketika kita berlindung selain kepada Allah.
Al-Walliyyu makna dasarnya menurut Prof. Dr. Quraish Syihab yaitu dekat, kemudian muncul makna-makna baru yaitu pendukung, pembela, pelindung, yang mencintai, yang lebih utama, dll.

Seperti tertera dalam Al-Qur'an "Allah pelindung orang yang beriman yang mengeluarkan dari kegelapan kepada cahaya iman". Perlindungan Allah yang paling penting adalah diberi keteguhan iman. Perlindungan Allah yang paling besar adalah diberi kekuatan iman. Makin kuat iman, kita mau diapa-apakan tidak masalah. Jadi kalau ingin diberi perlindungan Allah yang paling kokoh adalah minta diberi kekuatan iman dan minta diteguhkan. Akal kita dicerdaskan juga dapat merupakan perlindungan Allah sehingga kita bisa bertemu dengan perlindungan Allah.Perlindungan Allah itu bermacam-macam, contohnya pada Perang Badar, bukan hanya pasukan malaikat saja yang turun tetapi musuh juga jadi terlihat sedikit dimata kaum muslimin.

Musuh terbesar bagi kita adalah bukan makhluk, karena itu hanya alat, musuh besar kita adalah setan dan kawan-kawannya. Hal yang paling berbahaya bagi kita adalah bukan orang lain tetapi sikap kita sendiri. Sedangkan kalau tidak ada musuh tidak akan seru. Maka orang-orang yang berlindung kepada Allah pasti memuaskan dan nikmat, karena perlindungan Allah itu spektrumnya sangat luas, bisa terdeteksi bisa juga tidak terdeteksi oleh akal kita. Tidak ada yang tidak masuk akal, tetapi akal kita yang tidak sampai. Titipkan istri atau suami masing-masing kepada Allah. Dengan mengamalkan doa "Hasbunallah wani'malwakil Ni'malmaula wani'mal nashir". Dengan mengamalkan doa ini dan meyakini bahwa semua makhluk itu milik Allah. Dengan Allah-lah urusan kita serahkan. Berdiri, duduk dan berbaring ingat kepada Allah karena semuanya milik Allah. Sesuai dengan kisah Nabi Muhammad SAW ketika diancam untuk dibunuh dengan pedang terhunus, kata yang keluar dari mulut Beliau adalah "Aku berlindung
kepada Allah".

Ini adalah ilmu hati, berbeda lagi dengan ilmu akal dan ilmu fisik, karena nanti kita tidak bisa mati konyol karena hanya yakin. Ini adalah jalan syariat untuk tidak konyol. Tidak boleh keyakinan melemahkan ikhtiar, tidak boleh kegigihan ikhtiar memperlemah keyakinan. Jadi lakukanlah ikhtiar; tubuh 100% bersimbah keringat terus berbuat all out, otak peras sesuai teknologi yang paling mutakhir saat ini. Kita tidak bisa konyol dengan hanya membawa panah melawan peluru. Ilmu hatinya sudah benar dengan keyakinan tetapi sunnatullahnya adalah kecepatan peluru lebih daripada panah, hal ini harus diakali. Berbeda dengan zaman Rasul atau sudah tidak ada peluang.

Sebuah kisah meriwayatkan ketika Rasulullah hijrah dan berdoa di goa Tur, sahabat Abu Bakar merasa gentar, jawaban Rasul adalah "Jangan sedih sesungguhnya Allah bersama kita". Jadi kita sempurnakan syariat, tubuh harus dimaksimalkan, otak juga. Dua-duanya akan menjadi ibadah. Tidak masalah jika kita mati terbunuh. Tidak ada yang kalah kecuali orang yang kurang iman. Kemenangan dan kekalahan hanya dipergilirkan. Mudah-mudahan kejadian di Palestina dan Amerika membuat kita semakin mantap untuk meyakini kebenaran.

Walhamdulillahirobbil'alamiin.

ARTIKEL

KIAT KHUSU` DALAM SHOLAT

KIAT KHUSU` DALAM SHOLAT SYAHRUDIN, S. Sos. I 04 April 2012 Ada beberapa kiat khusyu' dalam shalat yang kerap kali disinggung oleh para ulama dalam buku-buku mereka khususnya yang berkenaan dengan hukum dan tata cara shalat. Berikut kami sampaikan tulisan yang dikutip dan diramu dari buku "Kaifa Naksya'u _ Ash-Shalah"- oleh Fauzan Ahmad az-Zumari - cetakan Darul Basyair al-Islamiyah - Beirut - Libanon. Vitalitas shalat di antara sekian banyak ragam ibadah adalah aksioma yang sudah mengakar dalam aqidah dan keyakinan seorang mukmin. Betapa tidak? Allah ber_rman tentang shalat dua kali, dalam deretan syarat keberuntungan mukmin di hadapan Allah yaitu pada awalnya: "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman; Yaitu orang-orang yang khusu' dalam shalatnya..." sampai akhir ayat: " ...Yaitu orangorang yang selalu melihara shalat-shalat mereka...' (al- Mukminun: 1-9) Firman Allah yang artinya: "Kemudian, Allah menganugerahkan bagi mereka Jannah Firdaus nan abadi." (al-Mukminun: 10) Dengan shalat, pribadi mukmin dapat menggapai puncak kebahagian tertinggi, sebagaimana tersebut di atas; dan jika serampangan menunaikannya, seorang mukmin juga bisa terperosok ke jurang Wail di Narr Jahannam. Allah ber_rman: _Disalin dari majalah As-Sunnah 07/III/1424H hal 38 - 44. 1 "Maka Narr Wail bagi mereka yang shalat; yaitu orang-orang yang melalaikan shalatnya itu.." (al-Ma'un: 3-4) Melalui shalat, seorang mukmin dapat mengentaskan tabi'at buruk manusia yang tak mau susah, tapi juga tak tahu di untung. Allah ber_rman: "Sesunguhnya manusia diciptakan dalam keadaan keluh kesah lagi kikir; apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah; dan pabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir; melainkan orang-orang yang shalat.' (al-Ma'arij: 19-21) Shalat adalah media efektif untuk mengerem manusia dari berbagai perb

‘PENCURIAN’ REOG PONOROGO

Dalam zaman globalisasi dan era desentralisasi politik ini, kebudayaan daerah di Indonesia sedang mengalami perubahan akibat tekanan dari berbagai sudut. Pada saat ikatan baru kepada negara dan masuknya unsur-unsur dari luar menantang kelangsungan identitas lokal, namun desentralisasi politik di Indonesia dan pemindahan kewenangan dalam bidang pendidikan dan kebudayaan ke dalam tangan Pemerintah Daerah mendorong pengembalian kepada identitas budaya daerah tersebut. Dalam konteks ini, pada tahun 2007 sebuah kontroversi muncul di Indonesia mengenai salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kontroversi itu berdasarkan persepsi masyarakat Ponorogo dan masyarakat luas Indonesia bahwa Malaysia telah mengklaim kesenian Reog Ponorogo lewat pencantuman kesenian tersebut dalam sebuah iklan pariwisata Malaysia. Laporan penelitian ini menyelidiki kasus ‘pencurian’ Reog Ponorogo sebagai fenomena kebudayaan. Tujuannya adalah untuk mengetahui pentingnya Reog dalam kebudayaan Ponorogo dan menganalisa perannya dalam konstruksi identitas Ponorogo sekaligus penyebab kontroversi mengenai ‘pencurian’ Reog tersebut. Penelitian ini merupakan studi fenomenologis, dan berusaha untuk mengerti makna subyektif yang dihubungkan oleh masyarakat Ponorogo dengan fenomena yang sedang diteliti. Wawancara dengan informan merupakan teknik utama dalam proses pengumpulan data dalam penelitian ini. Untuk mendapatkan gambaran perasaan dan pendapat orang Ponorogo yang representatif, dipilih informan dari beberapa kelompok, yaitu tokoh masyarakat, tokoh Reog, Pemerintah Kabupaten dan masyarakat. Penelitian dilakukan terutama di tiga daerah tertentu, yaitu kota Ponorogo, desa Bringin dan desa Ngebel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Reog memegang beberapa fungsi penting dalam kebudayaan Ponorogo. Reog masih sangat populer sebagai hiburan di Ponorogo dan masih mendominansi di bidang seni. Namun, fungsi tradisional itu telah dipudarkan oleh fungsinya sebagai simbol kebudayaan yang mewakili identitas Ponorogo. Perubahan ini didorong oleh konteks nasional Indonesia yang mendorong pengertian kebudayaan berdasarkan kebudayaan fisik, dan kasus ini mirip dengan kasus kesenian Indonesia lainnya. Lebih lanjut, ditunjukkan bahwa kontroversi mengenai ‘pencurian’ Reog sebenarnya tidak perlu terjadi. Kontroversi itu disebabkan kesalahfahaman mengenai status kesenian secara hukum yang sedang mengalami pendefenisian ulang. Pemahaman kesenian sebagai cultural property (harta benda budaya) oleh pihak orang Ponorogo mengakibatkan kasus ini dipandang sebagai pelanggaran hak cipta. Namun, dalam kasus ini kesenian yang dibicarakan sebenarnya sudah lama berada di kedua negara, dan pembebanan paradigme kepengarangan kepada kesenian, yang dulu dianggap sebagai milik bersama, pastinya mengakibatkan kebingungan mengenai status kesenian tersebut. Akhirnya, saran-saran untuk penelitian lanjutan mengenai masalah ini dianjurkan oleh peneliti. Baik masyarakat Indonesia maupun Pemerintah Daerah yang menangani kebijakan mengenai kesenian tradisional harus memperhatikan kasus ini untuk lebih mengerti perubahan yang sedang terjadi di bidang kesenian. Dengan demikian diharapkan Reog, dan kesenian tradisional Indonesia lainnya, dapat ditemukan kembali sebagai kesenian yang dapat dibagi dan dinikmati daripada sebagai harta benda budaya yang harus dijaga dan mendapatkan hak cipta yang dipatenkan.

SEDEKAH

Berhati-hatilah bagi orang-orang yang ibadahnya temporal, karena bisa jadi perbuatan tersebut merupakan tanda-tanda keikhlasannya belum sempurna. Karena aktivitas ibadah yang dilakukan secara temporal tiada lain, ukurannya adalah urusan duniawi. Ia hanya akan dilakukan kalau sedang butuh, sedang dilanda musibah, atau sedang disempitkan oleh ujian dan kesusahan, meningkatlah amal ibadahnya. Tidak demikian halnya ketika pertolongan ALLOH datang, kemudahan menghampiri, kesenangan berdatangan, justru kemampuannya bersenang-senangnya bersama ALLOH malah menghilang.